#HappyTummy,

#HappyTummy : Mukbang makanan Jawa di Waroeng Kopi Klotok Yogyakarta

Wednesday, November 21, 2018 Lindaleenk 5 Comments


Pagi itu Sabtu (29/10/2018), saya naik penerbangan Garuda paling pagi menuju ke Yogyakarta. Jadwal berkeliling beberapa tempat wisata disekitaran Jogja yang cukup padat membuat saya harus sampai di lokasi pagi-pagi.

Guide kami hari itu berkata bahwa tempat makan yang akan kami kunjungi untuk sarapan ini adalah warung yang sedang hits di Yogyakarta, jadi harap maklum kalau nanti harus antri panjang. Tapi karena kami datang cukup pagi, seharusnya antrian tidak terlalu panjang.

LOKASI

Warung Kopi Klotok lokasinya ada di jalan Kaliurang km. 16 daerah Pakem, Sleman. Terus terang saya ga terlalu memperhatikan jalan karena cukup lelah setelah semalaman begadang demi bisa sampai di bandara sebelum jam empat pagi. Jadi sepanjang perjalanan bandara menuju lokasi warung klotok saya dan sebagian rombongan memilih untuk tidur di mobil. 💆


PILIHAN MENU
Sebelum sampai di lokasi, guide kami memberikan segala rekomendasi yang biasanya jadi most wanted menu dari Warung Kopi Klotok ini. Mulai dari kopi klotoknya dan pisang gorengnya yang konon cukup diminati oleh para pelanggan tetap di sana.

Kopi yang harus dipesan langsung ke dapurnya dan menjadi andalan di warung ini ternyata diseduh dengan cara yang cukup tradisional. Bubuk kopi dimasak dengan panci panas lalu disiram air mendidih sehingga berbunyi "klotok-klotok". Oleh karena itu kopinya disebut kopi klotok. Waktu kemarin datang saya ga mencoba si kopi klotok yang tersohor ini, jadi ya belum tau rasanya kayak apa atau beda ga sama kopi hitam yang biasa diminum.

Ga hanya saya yang 'kalap' kok :D

Cara memilih menu di warung kopi klotok itu prasmanan, dan yang bikin agak lelah memang proses mengantrinya itu. Jadi biasanya orang datang, lalu mengantri untuk mengambil makanan. Saya yang malas bolak-balik antri, berakhir dengan kalap semua-semua di taruh di piring. 🙈
Ada banyak pilihan menu masakan yang bisa diambil

Menu masakannya sebagian besar masakan asli Jogja, mulai dari Gudeg, Sego Megono, Lodeh Tempe, Lodeh Terong, Tahu Goreng, Krecek, Tempe Goreng, Bacem Ceker dan lainnya. Sepiring penuh dan harga yang dipatok juga ga mahal, pantas saja warung ini laris. 
Foto dengan cahaya seadanya (lumayan remang kalau makan di dalam rumah)

Lalu bagaimana dengan rasa masakannya?
Sebagian besar menu yang saya ambil ternyata manis, dan favorit saya adalah si tempe goreng. Menu lain juga enak kok, menu masakan rumahan sederhana gitu. Hanya saja untuk ukuran lidah saya yang keseringan detox ini ya kemanisan. Oh iya salah satu menu andalan yang sering kehabisan adalah telur dadar. Telur dadarnya memang cukup besar karena digoreng di wajan dengan minyak yang banyak, tapi saya ga cocok dengan makanan ini. Telur yang digoreng dengan minyak berlebih bikin si telur jadi berminyak banget.
Rumah dan pekarangan yang rindang

AMBIENCE
Begitu selesai makan saya baru ngeh kalau warung ini ambiencenya rumah jawa banget!

Halamannya cukup luas, dikelilingi kebun jagung dan ada kolam ikan kecil. Trus bentuk rumahnya yang jawa banget bikin jadi betah berlama-lama di sana. Oh iya rumah pemiliknya juga ada tepat di seberang si warung, dan mereka merelakan terasnya dipakai sebagai tempat makan para pelanggan Warung Kopi Klotok.


Seru banget tempatnya buat piknik pinggir kebon, trus bisa foto ala-ala juga di kebun jagungnya. 
Kamu sudah pernah cobain makan di sini?

-------
Warung Kopi Klotok
Jalan Kaliurang Km. 16, Pakembinangun, Pakem
Sleman, DIY
Buka: 07.00- 22.00 (Setiap hari)

You Might Also Like

5 comments:

  1. hiks kok aku baru tau ya ada warung ini. padahal pas di jogja nginep di jakal juga huhu...btw makasih ya rekomendasi nya.
    lain x semoga bisa kesanaaa...

    salam

    ReplyDelete
  2. Ntar mampir deh di Klotok Warung Kopi.

    Thank you for sharing

    ReplyDelete
  3. Waduh, kalau saya kesini bakalan kalap ngambil makanan. Bikin lapar.

    ReplyDelete
  4. Very informative blog post….thanks for sharing it..
    Book online bus ticket from redbus.sg

    ReplyDelete
  5. wah. kayaknya enak pagi-pagi ya gak rame. waktu saya kesana jam 2 siang rame banget. tapi makanannya bener-bener juara

    ReplyDelete