REVIEW: MOREMO KERATIN HAIR COLOR ASH ROSE PINK AND ASH PURPLE

Halo! Yuk review hair color lagi, karena warna rambut cantikku ini sudah luntur.


Sayangnya, saya ga punya foto before yang lebih proper but bisa kelihatan lah ya warnanya sekarang cenderung light brown.
Sebenarnya ga pingin aneh-aneh karena kondisi rambut yang sepertinya makin kering, tapi lagi-lagi tergoda untuk mencoba cat rambut baru yang katanya mengandung keratin.

MOREMO KERATIN HAIR COLOR ASH ROSE PINK AND ASH PURPLE
Ada dua warna yang ingin saya coba kali ini, perpaduan sebagian rambut dengan ash rose pink dan sebagian lagi dengan ash purple. Harapannya nanti warnanya bisa kayak gulali.


Let's see what inside the box!
Di masing-masing box isinya ada:
1. Tube colorant yang berisi cairan pewarna rambut
2. Dua sachet developer
3. Keratin Hair Ampoule
4. Recovery Balkm
5. Petunjuk cara pemakaian
6. Peralatan untuk proses pewarnaan (wadah, sisir, cape, gloves)

Cara pakai:
1. Pakai cape dan gloves sebelum mulai mewarna
2. Oleskan Keratin Hair Ampoule ke rambut, terutama bagian ujung (yang biasanya cukup kering)
3. Campurkan colorant dan developer di mangkok plastik yang disediakan, aduk hingga rata dan apply ke setiap bagian rambut (merata)
4. Diamkan selama 3 menit kemudian bilas hingga airnya bersih.
5. Setelah selesai apply recovery balm ke rambut.

Untuk di saya, dua warna ini niatnya bagian atas ash pink kemudian bagian bawah ash purple. Ga terlalu yakin bisa jadi karena basicly canvasnya juga ga dibleach hingga level 10. Masih ada yellow di rambut, tapi ya tetep aja penasaran pingin dicoba. (Ples udah terlanjur dibleach sampai level ini, masa ga jadi diwarna). 


Prosesnya agak ribet, karena dua warna ini dijejerkan ga kelihatan mana yang akan jadi ash purple, mana yang akan jadi ash pink.

I didn't do a proper taking picture, so pardon my silly face~
Ketika selesai proses pengecatan rambut, semuanya terlihat cantik. Warnanya kayak masuk banget di rambut, but well it's ash color jadi saya ga berani ekspektasi tinggi-tinggi juga. Prosesnya sebenarnya mudah, cat rambut ini juga baunya ga yang parah banget kayak kalau lagi ngecat di salon. Yang bikin harus hati-hati memang dibagian nyampur warna, dan harus pakai kertas pemisah biar warnanya ga blend. (catatan buat next time coloring time)


Dan ini adalah hasilnya~ 
Ash purple nya lenyap entah di mana, yang masuk hanya warna pink itupun bukan ash. Yang masuk ash sepertinya hanya bagian dalam rambut (karena sebelum dicat, bagian ini memang sudah bleach hinggal level 9). 

Saya happy meski warna yang dimau ga didapat, setidaknya rambut masih utuh ga rontok/patah-patah parah akibat coba pewarna rambut baru (yang bukan vegan). 
And for the first time (kayaknya) akhirnya punya rambut full orange pink gini, ga nyangka meski belum se pink mbak-mbak model miniso. :')


Overall, cat rambut moremo ini cukup oke buat kamu yang ingin coba-coba.
Satu box Moremo Keratin Color ini harganya IDR 200K, jadi dua box ini saya menghabiskan hampir 400ribuan hahahaha.
It's fun tho.. let's pick another color next month, shall we?

Lingtrip : RedDoorz near Legian Street - Keola Hotel Review

 Hai apa kabar!

Inget banget gimana bahagianya ketika menchallenge diri sendiri untuk pergi meninggalkan keriuhan, dan memilih nomaden berpindah tempat untuk mencari suara pantai.


Reddoorz near Legian Street, jari saya berhenti ketika melihat-lihat pilihan hotel yang ada di peta. Setelah sehari sebelumnya menempati hostel yang cukup ramai, hari itu saya memilih untuk mencari tempat bermalam yang setidaknya tidak sehiruk semalam.

Syaratnya cukup mudah, private room dan walking distance menuju pantai. Dan di sinilah saya, hotel yang tidak cukup besar, tidak terlalu ramai namun masih mudah untuk mengunjungi pantai dan bermain air di sana.

Hotel yang saya tempati ini tarifnya cukup murah, tidak sampai Rp, 200ribu/malam dan tanpa sarapan. Kamarnya cukup luas, terdapat lemari pakaian dan televisi. 


Ada beberapa stain di sana sini, tapi masih acceptable dan ga terlalu mengganggu. Yang bikin bahagia itu malah justru kolam renang bersih yang ada di depan pintu kamar. haha


Rasanya seger banget siang-siang di Bali nyebur ke kolam, i mean I know pantai lebih menarik. Tapi saya juga ga mau kulit kebakar banget jadi ya kolam ini cukup buat menyegarkan hari. 


Saya ga banyak mengambil foto di lokasi, tapi buat yang pingin ke Bali dengan budget terbatas rasanya hotel ini cukup menarik. Lokasinya memang masuk gang, tapi bener-bener strategis dekat dengan toko makanan dan lainnya.

Keola Hotel Bali

Jl. Legian Gg. Cempaka no. 3 Legian, Kuta, Badung Regency, Bali 80361

Price : IDR 162K/ night

[Review] Me Time dengan rangkaian body care dari SCARLETT WHITENING

 


Hai, apa kabar?! PSBB dan WFH yang masih belum jelas kapan akan berakhir ini bikin mood gampang banget naik turunnya. Kadang jadi kangen keramaian, tapi sekarang menghindari banget keramaian. Belum lagi ketika ingin dine in makan di luar,  dan ternyata ditolak sama restonya. hvft ya sudah akhirnya hiburan yang bisa dilakukan buat stress relieve aku ya 'me time' di rumah. Body care adalah salah satu yang berperan banget buat bikin mood jadi membaik di saat mandi dan setelahnya. Nah makanya dipostingan kali ini aku akan mereview satu persatu produk Scarlett Whitening yang sudah aku coba. Baca sampai habis ya!

Rangkaian Body Care: Shower Scrub, Body Scrub dan Body Lotion

Review kali ini agak padat karena ingin bercerita tentang tiga jenis produk dari Scarlett Whitening ini. Ada shower scrub dan body lotion yang bisa dipakai daily, dan juga body scrub yang bisa dipakai 2x seminggu. 

Kalian pasti sudah pada familiar dengan brand ini, sering banget lihat di ecommerce dan sosial media reviewnya. Sempat booming tapi waktu itu aku belum tertarik. Sampai akhirnya produk mereka sekarang makin bervariasi, mulai dari bodycare hingga skincare. Nah sekarang mumpung aku lagi coba satu rangkaiannya, sekalian deh aku share pendapat aku di sini. Oh iya, produk ii aman ya, karena produk-produk ari Scarlett Whitening sudah teregistrasi di BPOM dan not tested on animal.

SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB

Packaging dari Scarlett Brightening Shower Scrub Pomegrante adalah botol berwarna transparan atau bening, Jadi langsung kelihatan warna sabunnya. Tutupnya berbentuk flip top berwarna putih. Jadi aman, nggak gampang tumpah. Lalu sekeliling badan botolnya ada stiker berwarna ungu. Ukurannya 300 ml, ada keterangan lengkap dari cara pemakaian, didistribusikan oleh siapa, no BPOMnya dan sticker hologram yang menandakan bahwa produk tersebut original. 

Selain varian brightening pomegrante (yang berwarna ungu), ada juga dua varian lainnya yaitu cucumber dan mango. Ketiganya sama-sama menarik untuk dicoba, dan wanginya bikin betah bolak balik mandi. Aku sendiri setelah mencoba ketiganya lebih tertarik dengan yang varian Pomegrante, lebih cocok aja wanginya buat selera aku, dan matching banget sama lotionnya juga. 

SCARLETT BRIGHTENING BODY SCRUB

Body scrub yang khusus dibuat untuk kamu yang ingin mecerahkan kulit tubuh secara lebih maksimal, mengandung Glutathione dan butiran vitamin E yang mampu menghidrasi kulit, mengangkat sel kulit mati dan menjadikan kulit menjadi lebih lembut. Ada dua varian yang dikeluarkan, nah yang aku punya ini yang varian romansa, wanginya wangi bunga yang manis.

Packagingnya berbahan plastik, dan ditutup seal rapat sehingga aman dan tidak mudah tumpah. Di packagingnya juga memuat informasi tentang deskripsi produk, ingredients list, cara penggunaan dan nomor BPOM. Oh iya produk ini tidak dites ke hewan (cruelty free) ya. Isinya cukup banyak, satu jar body scrub ini berisikan 325gr, cukup buat sebulan luluran.

Selama sebulan terakhir cukup rutin mengunakan body scrub ini, area lipatan kulit sudah terlihat lebih bersih. Yang aku suka, kulit jadi lebih halus dan terlihat lebih bersih dan cerah. 

SCARLETT BRIGHTENING BODY LOTION

Pelengkap dari ritual me time bersama Scarleet Whitening adalah lotionnya. Aku jarang banget nemu body lotion yang bisa tahan lebih dari 12 jam wanginya di badan. Scarlett Whitening Body Lotion memiliki tiga varian yaitu Romansa, Fantasia dan Charming. Kebetulan yang aku beli adalah varian Romansa dan Charming, yuk kita bahas keduanya. Scarlett Whitening Body Lotion Romansa memilik wangi floral, nah kalau yang Charming wanginya yang paling banyak direkomendasikan karena terinspirasi dari Baccarat Rouge 540 Eau de Parfume (wangi dengan karakteristik perpaduan amberwood, kayu, bunga dan rempah yang unik dan memberikan kesan mewah).

Packaging dari Scarlett Whitening Body Lotion terbuat dari botol plastik dengan pump, sehingga ketika akan menggunakannya jauh lebih praktis. Tekstur dari Scarlett Whitening Body Lotion cukup thick, tapi mudah dibaurkan ke kulit dan cepat menyerap. Tidak ada rasa lengket, jadi nyaman banget buat dipakai baik di pagi hari maupun malam hari. 

Resep andalan aku, pakai lotion ketika badan masih lembab setelah mandi dengan shower scrubnya, niscaya kulit badan akan wangi dan halus seharian. 

Dari segi harga, rangkaian perawatan dari Scarlett Whitening ini cukup terjangkau, harga masing-masingnya adalah sebesar Rp. 75.000,-/botol. Trus kayaknya lagi hits banget ya scarlett belakangan ini? kamu sudah pernah coba juga?


Pulse by Prudential, Cara Baru untuk Mendukung Gaya Hidup Sehatmu

 Tahun 2020 ini semacam diingatkan untuk mau memperbaiki gaya hidup menjadi lebih baik. Memperkuat imun tubuh semacam jadi keharusan agar dapat bertahan menghadapi masa pandemi ini. Apa saja yang sudah dilakukan selama 2020 ini? Rutin detoks, clean eating dan lari 10km/week adalah cara saya untuk menjaga kesehatan badan. Nah unuk mendukung gaya hidup sehat kamu, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memperkenalkan beberapa fitur baru aplikasi Pulse by Prudential (Pulse). Aplikasi ini nantinya akan membantu pengguna agar mampu mengelola kesehatan dengan lebih mudah dan menyeluruh.


We Do Pulse sendiri merupakan aplikasi kesehatan all-in-one yang didukung oleh kecerdasan buatan dan informasi real time. Pulse sudah tersedia dan dapat diunduh melalui Google Play Store serta Apple App store, bisa langsung didownload untuk explore lebih jauh lagi apa yang ada di dalam aplikasi ini. 

Pulse menghadirkan layanan baru berupa paket berlangganan yang memberikan akses bagi penggunanya untuk bisa mengelola kesehatan secara menyeluruh dan hidup lebih sehat dibantu teknologi AI. Fitur ini nantinya mempermudah penggunanya dalam hal membuat jurnal untuk mencatat asupan kalori dan pola makan hanya dengan memfoto makanan.

Ga hanya mengatur pola makan, paket berlangganannya juga dapat memeriksa kesehatan mata dan kadar oksigen dalam darah hanya dengan melakukan selfie, yg analisisnya dibantu oleh sistem AI mereka. Menarik bukan?

Seluruh fitur eksklusif ini nantinya dapat diakses melalui Pulse Elite -Bugar Plan dengan biaya yang cukup terjangkau yaitu sebesar RP. 39.900,-/ bulan.  Dengan berlangganan paket tersebut, penggunanya juga mendapatkan voucher perlindugan asuransi dari Prudential sendiri.



Ada apa saja di dalam paket Pulse Elite - Bugar Plan ini?
- Akses ke komunitas eksklusif pelari dan pesepeda
- Fitur perencanaan makanan
- Fitur jurnal makanan
- Fitur My Healthy Eating Goal
- Fitur My Eye Dispensary and My Pulmonary Clinic (untuk mengecek kesehatan mata beserta tingkat saturasi oksigen dalam darah hanya dengan menggunakan video selfie)
- Voucher untuk perlindungan asuransi jiwa yang setara dengan 1 bulan premi PRUTect Care Silver.


Pulse sebenarnya sudah ada sejak bulan Februari lalu, namun terus mengembangkan fiturnya hingga sekarang. Nah ada beberapa fitur baru juga nih selain paket berlangganan di atas.
- Alat Ukur BMI dan Cermin Kerutan Wajah, hanya dengan foto kondisi massa tubuhmu dapat langsung diukur.
- Monitor Kegiatan Olahraga, aplikasi ini dapat kamu hubungkan dengan perangkat kesehatan wearable seperti garmin, fitbit dan lainnya.
- Komunitas Saya, biar semakin semangat memang butuh lingkungan yang supportif juga kan?

Disclaimer: Foto diambil di GBK tahun lalu sebelum pandemi ya

Jadi gimana? aku sudah download dan coba menggunakan Pulse seminggu ini, menurutku sih layak buat dicoba apps ini. Memantau makanan yang masuk ke badan juga jadi ga ngasal . haha




#Lingtrip Caricia Hostel Bali in Review

 

Serindu itu ingin bepergian, tapi menahan diri karena pandemi belum berakhir.
But ga ada salahnya throwback di Desember tahun lalu dimana saya memutuskan untuk memberi waktu ke diri sendiri, menghabiskan waktu dan memaksa diri untuk mau berinteraksi dengan orang baru. 
Tadinya ada beberapa negara yang sudah masuk dalam list, tapi akhirnya saya memilih Bali sebagai tempat pelarian waktu itu.
Seminggu sebelum hari H, saya lumayan dipusingkan dengan mencari kos agar biaya akomodasi selama pelarian tidak terlalu bengkak. Tapi pada akhirnya sampai hari H saya berangkat dengan cukup santai meski belum tau malamnya akan tidur di mana. (yang jelas sih di Bali bukan Jakarta haha)
Saya menghubungi beberapa teman yang dikenal dan tinggal di Bali, untuk sekedar konsultasi masalah tempat menginap ini. Buta banget sama daerah Bali ..tapi ga mau menyerah dan auto balik Jakarta juga.(gengsi bok) Setelah bertemu dengan beberapa teman, mengobrol hingga lewat waktu jam makan siang, akhirnya saya go show aja ke beberapa list hotel yang sebelumnya sudah sempat ditandai tapi belum dibooking ini.
Hari pertama saya di Bali, akhirnya memilih untuk tinggal sehari di Caricia Hostel yang ada di daerah Kuta Bali. Buat orang yang ingin menyepi tapi takut kesasar kayak saya ini, pilihan untuk berada di kota yang ramai (dulu) ini adalah keputusan yang tepat (buat saya). Urusan cari makan, mau ke salon, mau ini itu sudah tersedia dan ga perlu bingung. (HAHA)
Hostel ini sepertinya baru saja selesai direnovasi, interiornya masih terlihat bersih dan cerah warnanya. Begitu masuk saya langsung disambut oleh meja resepsionis kecil, dapur dan ruang bersantai. Untuk kamar, ada di lantai atas. Anyway Caricia Hostel ini bentuknya ruko, dia ada di dalam Komplek Istana Kuta Galeria, lumayan nyempil bersanding dengan hotel yang ada di ujung jalannya.
Ada beberapa pilihan tipe kamar yang disediakan oleh Caricia Hostel Bali, mulai dari Female/Male dormitory, Triple dormitory (Female/Male) dan Capsule Dormitory (mixed). 
Saya waktu itu pilih cara aman dengan menginap di Female Dormitory. Saya bukan tipikal yang suka dengan dormitory ramai, dan female domitroy di Caricia Hostel ini isinya hanya empat bed. Should be fine rite? And here we go, my room sweet bed for the next few day at Caricia Hostel Bali.

Satu kamar ini bisa diisi empat orang, dan tarif per bed nya lumayan murah cuma seratus ribuan udah dapet breakfast, i'm happy!

Di masing-masing kamar juga disediakan lemari buat kamu menyimpan ransel, haha berlagak banget saya memang mau sebulan di Bali cuma bawa Deuter kecil. 
Oh iya, karena bentuknya ruko, jadi kalau mau diurutkan, lantai 1 itu resepsionis, lalu lantai dua tempatnya female domitory. Selanjutnya lantai atasnya lagi male domitory, baru capsule domitory ada di lantai paling atas.
Kamar mandi ada di setiap lantai kok, dan ada cukup banyak biliknya. 
Ingin mengintip tipe kamar lainnya? 

-Triple Domitory-

-Capsule Domitory-
Selama menginap di Caricia Hostel, saya lebih banyak menghabiskan waktu di tempat ini
Di hari kedua saya yang masih bingung mau kemana, akhirnya memperpanjang status menginap dan stay di hostel ini lagi.
Tempatnya memang agak jauh dari ramainya Kuta, meski sama-sama di Kuta. Tapi buat saya malah jadi nyaman, seperti dikasih jodoh buat lebih banyak merenung, menonton televisi, sedikit mengobrol dengan pegawai di sana. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk pindah, karena ingin mengumpulkan konten. Memang ya manusia, gampang banget berubahnya. 
Anyway, sebenarnya ada banyak aktivitas yang disediakan juga oleh Caricia Hostel, mau sewa motor juga bisa. Tapi saya lebih banyak memilih untuk naik ojek online atau gangguin teman ketika di Bali, haha...
Ah kangen juga ya bisa bebas travelling ke sana -sini tanpa perlu khawatir besok hari apa. 
Caricia Hostel Bali
Sentral Parkir, Komplek Istana Kuta Galeria
Blok VL II , Jl Patih Jelantik no.18 Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
Rate start IDR 100K- 300K