Tidak Mudik Wujud Sayang Keluarga


Sudah bulan ke empat di tahun 2020, tidak berasa ya sebentar lagi momen puasa dan mudik lebaran.

Biasanya momen lebaran semua moda transportasi akan penuh, entah darat, udara dan laut.
Sama seperti tahun sebelumnya, saya sudah merencanakan mudik tahun ini jauh-jauh hari. Membayangkan makanan apa yang nanti akan tersaji di rumah dan kehangatannya.

Namun sepertinya untuk tahun ini, rencana mudik harus ditunda. Ego harus dikalahkan dengan rasa cinta ke keluarga di desa. Himbauan pemerintah yang berulang kali dikabarkan untuk tidak mudik membuat saya makin tersadar, bukan tidak mungkin saya menjadi carrier kan?

Saat ini hampir semua orang, bisa masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Mereka adalah orang-orang yang tidak bergejala ke arah COVID 19 (demam, batuk, radang tenggorokan dan sesak nafas), yang tidak menutup kemungkinan pernah bersinggungan dengan kasus positif COVID 19.

Sampai saat ini, saya alhamdulillah masih merasa sehat. Tapi ga kebayang kalau ternyata saya benar carrier, dan tidak sengaja bersinggungan dengan yang imunnya sedang tidak baik. Menjaga kesehatan menjadi faktor penting untuk bisa survive dari wabah COVID 19.

Perjalanan mudik pasti akan bertemu orang lain, bersinggungan dengan fasilitas umum yang mungkin saja terkontaminasi. Imun turun dan lainnya, sampai kampung pun masih harus mengisolasi diri. Inginnya melepaskan rindu, tapi takutnya malah menularkan penyakit ke mereka yang sudah lebih tua dan imunnya lemah. Apalagi momen perayaan Idul Fitri adalah momen dimana hampir semua fasilitas umum dan rumah-rumah dipadati orang.

Yuk, untuk tahun ini saja kita #TidakMudik dan #TidakPiknik agar penyebaran virus COVID 19 tidak semakin luas. Bagaimanapun lebaran bisa tetap bermakna meskipun kita tidak mudik. Masih bisa video call dan lainnya dengan keluarga di rumah. Yang penting semua sehat. *peluk virtual semuanya

(UPDATE) Menghabiskan Weekend dengan Berolahraga di Klub Kelapa Gading


Saya paling suka moody kalau jeans sudah mulai terasa sesak. Iya, badannya lagi sering digelonggong makanan tapi kurang gerak jadinya melebar deh. πŸ‘» πŸ˜‘


Nah seminggu yang lalu saya dan beberapa teman menghabiskan weekend dengan mengunjungi salah satu sport club yang ada di Kelapa Gading. Yang terbayang ketika pertama kali mendengar kata sport club adalah " YAY, bisa bakar lemak!". πŸ˜… πŸ˜‚ πŸ˜‚
Lho aryan mana? :O
Hari itu saya berangkat dari daerah Jakarta Selatan bersama Aryan dan Ditto, kami bertiga yang merupakan anggota dari #Bugarbukanmegar sudah membayangkan akan melakukan aktivitas apa saja di sana. Oh iya nama tempat yang akan kami kunjungi ini adalah Klub Kelapa Gading.

Klub Kelapa Gading ini adalah klub keluarga yang berada di daerah Kelapa Gading. Klub ini sudah ada sejak tahun 1984, dan memiliki banyak fasilitas yang terawat serta modern. Sesampainya di sana kami bertiga langsung disambut dengan area lobby yang besar layaknya hotel bintang lima. Staff yang menerima kedatangan kami juga ramah dan sangat membantu, sambil menunggu yang pada belum datang akhirnya kami bermain-main dulu di taman. 

A post shared by Lingling (@lindaleenk) on

Yoga sambil ditemani Dito dan ikan

Ada banyak fasilitas sport club yang ditawarkan oleh Klub Kelapa Gading, salah satunya adalah taman di sisi belakang yang isinya children playground dan jogging track. Tamannya penuh dengan pepohonan rimbun dan rumput yang tertata cantik, di sisi kanan jogging track bahkan ada kolam ikan lengkap dengan air terjun ala-ala. Bisalah buat duduk cantik merenung sambil memberi makan ikan disitu, suasananya mendukung banget.  Jogging track-nya juga cukup panjang 50-100m kalau saya tidak salah ingat. Nah untuk playground, kami yang masa kecilnya cukup bahagia ini tertarik juga untuk mencoba. πŸ˜†πŸ˜† Lumayan juga satu lap mencoba playground bikin saya cukup berkeringat. :))

Ada apalagi di Klub Kelapa Gading?
Whirpool nya hangat!
Kolam renang olympic size, kolam renang anak dan whirpool adalah salah satu wahana yang saya incar dari sejak kami datang kesini. Kolam renang anak dilengkapi dengan papan seluncuran serta tiang bola basket, seru kali ya bisa main bola disitu. Tapi karena sore itu cukup ramai, jadinya kami hanya berenang-renang di kolam renang besar dan berendam sebentar di whirpool.
Kolam renang~

Fasilitas lainnya yanga ada di Klub Kelapa Gading adalah Fitness Centre, peralatannya cukup lengkap dan mereka juga membuka kelas yoga. Sayang jadwalnya tidak pas, kan seru ya cobain yoga juga. Tapi saya sempat mencoba beberapa alat fitnes yang ada di sana kok.

Ada beberapa lapangan olahraga yang disediakan oleh Klub Kelapa Gading, mulai dari Lapangan Badminton, Lapangan Tenis Meja, Lapangan Squash, Lapangan tenis indoor dan outdoor. Kami benar-benar dibuat bingung mau cobain yang mana dulu. Rasanya lebih enak jadi member, karena bisa mencoba semua lapangan secara bergantian kan? Senin mencoba lapangan squash, selasa ambil kelas yoga, rabu main tenis, kamis berenang, jumat berendam di whirpool dan sabtu merenung di pinggir kolam karena jomblo. #lha
merenung

A post shared by Lingling (@lindaleenk) on
Akhirnya kami memilih untuk mencoba lapangan badminton, walaupun indoor lapangannya cukup luas. Ada empat lapangan tersedia dan bisa digunakan bergantian dengan member yang lain. Di lapangan bulu tangkis ini saya sempat berlatih sebentar, dan sisanya sibuk mencuri momen dari teman-teman yang bermain.

Lapangan Tenis

Drama main badminton
Lelah setelah berolahraga, selanjutnya kamu bisa mencoba menu yang disediakan oleh Mayang Sari Restaurant dan Pandan Cafe yang letaknya ada di dekat kolam renang. Saya sempat mencicip beberapa menu andalan mereka, mulai dari nasi goreng kemangi dengan lauk ayam goreng, juga ada ikan dory sambal matah, asinan jakarta dan ditutup dengan minuman es kelapa muda dan melon yang menyegarkan. Sebenarnya ada menu sup buntut juga, namun karena kekenyangan saya belum sempat mencobanya. Lain kali deh mampir lagi. 😐😐
Makanannya enak~
Selain menyediakan fasilitas berolahraga, Klub Kelapa Gading juga menyediakan beberapa ruangan serbaguna yang bisa digunakan untuk keperluan meeting, gathering sampai pesta pernikahan. Ada Grand Ballroom yang bisa menampung 1100 tamu undangan. Kalau ingin membuat pesta dengan tema "garden party" ada Garden Terrace yang bisa menampung sekitar 800 tamu undangan. Butuh ruangan untuk meeting atau gathering kecil? Ada Nirwana Room yang bisa mengakomodasi 15 sampai 20 orang. Lengkap banget kan?
Ballroom
Oh iya, kalau tadi di taman ada kids playground di Klub Kelapa Gading juga ada Kids Club. Di tempat ini member bisa menitipkan anaknya selagi dirinya berolahraga. Ada beragam fasilitas dan mainan edukatif yang disediakan sehingga si anak bisa betah menunggu orang tuanya yang sedang berolahraga.
Kids Club
Kamu yang tinggal di daerah Kelapa Gading dan ingin menjadi member bisa main-main dulu ke website mereka atau datang langsung ke lokasinya. Oh iya, mereka juga punya Summerville Apartement yang bisa disewa bulanan maupun tahunan. Setiap unitnya sudah siap huni, didalamnya sudah terisi perabotan dan tempat tidur. Setiap keluarga yang menyewa pun otomatis menjadi member Klub Kelapa Gading dan mendapatkan fasilitas yang sudah saya jabarkan sebelumnya.

Summerville Apartement
Lalu berapa sih harga membership di Klub Kelapa Gading? Dengan fasilitas selengkap ini, harga dibawah worth it lah ya. Oh iya, kalau mau mencoba dulu bisa kok. Tarifnya per kedatangan yaitu sebesar IDR 250.000.

A post shared by Lingling (@lindaleenk) on
Jadi, main ke Klub Kelapa Gading yuk!

Klub Kelapa Gading
Website | Twitter | Instagram | Facebook



Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru

 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat



Pasar Baru Jakarta dibangun pada tahun 1820, tempat itu memiliki banyak kisah bersejarah dan dapat ditemui melalui peninggalan beberapa arsitektur bangunan tua di sekitarnya. Di sekitar pasar beridiri rumah-rumah khas masyarakat pecinan dan sejumlah bangunan dari bambu. Belum termasuk warung dan meja-meja yang ikut menyesaki area Pasar Baru. Kanal di sekitar daerah pasar adalah tempat bermain air bagi anak-anak, mereka sering melompat dari jembatan Pasar Baru atau dari tiang lentera ke pintu air. Dahulu juga banyak orang yang mandi dan berendam dalam air, hingga mencuci baju di pinggir-pinggir kanal tersebut.


Namun seiring dengan berkembangnya daerah dan terbentuknya pemukiman elit baru di Rijswijk (Jalan Veteran) pasca pemindahan pusat kota dan perluasan kota Old Batavia ke Weltevreden pada 1808, pasar sederhana ini ikut berkembang. Sejak 1850, dari awalnya hanya sebuah pasar sederhana yang menjual hasil pertanian, kemudian berkembang dengan munculnya toko-toko kelontong milik para pedangan Tionghoa. Puncaknya pada tahun 1930-an, Pasar Baru menjadi salah satu kawasan pusat aktivitas ekonomi di Batavia, dengan deretan toko kelas dunia di dalamnya. Sebagai bagian dari kawasan strategis di Batavia, kemudian muncullah sejumlah bangunan bersejarah lain di sekitar daerah Pasar Baru yang akan saya rangkum dalam "Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru".
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat


Gereja Pniel/Ayam
Gereja Pniel/Ayam awalnya hanya berbentuk kapel dan dibangun pada tahun 1856. Tujuan pendiriannya saat itu adalah untuk memenuhi kebutuhan beribadah penghuni panti jompo di lingkungan sekitar gereja. Gereja ini dikenal dengan nama Gereja Ayam karena adanya penunjuk arah mata angin yang berbentuk ayam di puncak gereja. Mengingat usia bangunan yang cukup berumur dan dianggap tidak aman lagi untuk digunakan sebagai tempat ibadah, akhirnya pada tahun 1913 gereja ini dipugar sehingga bentuknya menjadi seperti yang bisa dilihat sekarang. Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda yang bernama NA. Hulswit. Gereja yang digunakan secara resmi pada tahun 1915 ini terletak pas berseberangan dengan POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat


Gereja Pniel
Jl. K.H Samanhudi no.12
Pasar Baru, Sawah Besar Jakarta
T: 021-380.7621

Vihara SIN TEK BIO
Vihara ini terletak di gang-gang sempit di sekitar Pasar Baru, namun ternyata tetap tidak mengurangi nilai-nilai sejarah dari tempat itu sendiri. Dibangun pertama kali pada abad 17 atau sekitar tahun 1698, vihara ini dahulu termasuk daerah pedalaman berjarak sekitar 5 km dari dalam tembok kota Batavia. Dahulu kala Vihara ini dibangun oleh para petani Tionghoa yang tinggal di tepi sungai Ciliwung. Terdapat 28 altar di lantai atasnya yang juga dikelilingi oleh ratusan patung yang sebagian besar berasal dari abad ke-17. Akhirnya pada tahun 1982 Sin Tek Bio berubah menjadi Vihara Dharma Jaya, lokasinya kini cukup strategis cukup berjalan 10 menit dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat

SIN TEK BIO/ Wihara Dharma Jaya
Jl. Pasar Baru Dalam Pasar no 146 Jakarta
T: 021 375.807

Gang Kelinci
Jalanan kecil di area kompleks Pasar Baru ini menyimpan beberapa tempat kuliner bersejarah. Salah satunya adalah Bakmi Gang Kelinci, yang sudah berdiri sejak tahun 1957. Pendirinya bernama Hadi Sukiman mulanya menjual Bakmi dengan menggunakan gerobak sederhana di Jl Pintu Besi Pasar Baru, tepat di depan Globe Theater (Moyen). Di tahun 1962, gerobak tersebut dipindahkan ke Jl. Belakang Kongsi no. 16 Pasar Baru. Nah sejak saat itu istilah Gang Kelinci mulai familiar digunakan sebagai nama Bakmi milik Pak Hadi tersebut.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat
Bakmi Gang Kelinci Pasar Baru Jakarta

 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat
Bakmi Aboen Pasar Baru Jakarta

Sebenarnya tidak hanya Bakmi Gang Kelinci, ada beberapa restoran bakmi yang melegenda salah satunya yaitu Bakmi Aboen. Mirip dengan cerita Bakmi Gang Kelinci, rumah makan ini sudah ada sejak tahun 1962. Perbedaan dari dua restoran ini adalah Bakmi Aboen menjual makanan yang non halal, sedangkan kalau ingin makan yang halal bisa ke Bakmi Gang Kelinci. Letak kedua rumah makan ini cukup berdekatan, dan dapat ditempuh sekitar 8 menit berjalan kaki dari POP Hotel Pasar Baru.

Rumah Mayor Tio Tek Ho
Rumah Mayor Tio Tek Ho berlokasi di komplek Pasar Baru dan sekarang dikenal dengan sebutan "Toko Kompak". Bangunan dengan arsitek pencampuran Eropa dan Tionghoa ini ternyata menyimpan sejarah panjangnya sejak 300 tahun silam. Meski dibangun pada abad 19, namun saat ini bangunan tersebut masih terlihat cukup kuat dan kokoh dari luar. Dahulu kala bangunan ini ditinggali oleh keluarga Mayor Tio Tek Ho. Catatan Mona Lohanda dalam buku "The Kapitan Cina of Batavia 1837-1842" sendiri menyebutkan bahwa Mayor Tio Tek Ho menjabat sebagai Mayor di Batavia (Jakarta) pada 1896-1908.  Pasca meninggalnya sang Mayor, bangunan ini terus berpindah kepemilikannya hinggal yang terakhir saat ini pemiliknya memiliki keturunan bermarga Tan. Toko Kompak dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat


Toko Kompak
Jl. Pasar Baru Sawah Besar, Jakarta
Jam buka setiap hari: 10.00- 20.00

Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA)
Kantor Berita Antara awalnya termasuk sebagai bagian dari ANETA (Algemeen Niews en Telegraaf Agentschaap), yang kemudian berubah nama menjadi Algemeen Niews en Telegraaf Aneta bergerak di bidang pemberitaan, periklanan dan penerbitan majalah Hindia Belanda. Pada masa pendudukan Jepang, kantor berita ini berganti nama menjadi Yashima dan yang terakhir sebagai Kantor Berita Domei. Saat ini bangunan tersebut dipergunakan sebagai tempat Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara. Di dalamnya terdapar sejumlah peninggalan alat-alat jurnalistik beserta dengan sejumlah foto-foto bersejarah. Salah satu destinasi yang menarik apalagi lokasinya cukup dekat dengan Rumah Mayor Tio Tek Ho dan dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 20 menit dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat


Museum dan Galeri Foto Jurnalistik/
Gedung Antara
Jl. Antara no 59 Pasar Baru, Jakarta Pusat
T: 021 345 8771
Tutup Senin
Buka: Selasa - Minggu (10.00-20.00)

Masjid Istiqlal
Masjid yang diyakini sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara ini dibangun pada tanggal 24 Agustus 1961, oleh seorang insinyur Kristen bernama Frederich Silaban. Pembangunannya yang berdampingan dengan Gereja Katedral merupakan ide Presiden Sukarno dengan maksud untuk melambangkan semangat nilai-nilai persaudaraan dan toleransi beragama sesuai dengan ajaran Pancasila. Letaknya cukup strategis dapat dicapai dengan 15 menit berkendaraan dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat

Masjid Istiqlal
Jl. Taman Wijaya Kusuma
Jakarta Pusat


Pantjoran Tea House
Salah satu bangunan yang menjadi landmark di kawasan Glodok/Pecinan dan sudah berdiri sejak 380 tahun silam (1635), adalah sebuah toko obat tertua kedua di Jakarta. Bangunan ini dikenal sebagai Apotheek Chung Hwa. Bangunan ini akhirnya direvitalisasi pada tahun 2015 oleh arsitek Ahmad Djuhara, dan beralih fungsi menjadi kedai teh dengan nama Pantjoran Tea House. Budaya minum teh di kawasan Pecinan sangat kuat pada saat itu. Bibit teh pertama dibawa dari Jepang oleh seorang botanis bernama Andreas Cleyer dengan kapal VOC yang biasanya berlabuh di sekitar Kota Tua Jakarta. Khusus Pantjoran Tea House lokasinya lumayan jauh dari POP Hotel Pasar Baru namun bisa dicapai sekitar 30 menit dengan berkendaraan dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat
Pantjoran Tea House

Pantjoran Tea House
Jl. Pancoran Raya no. 4-6
Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.
T:021 690 5904
Buka setiap hari 09.00-21.00

Perjalanan menjelajah kawasan heritage Pasar Baru di atas di organized oleh deSADE Tour Travel. Acaranya seru, menambah wawasan sekalian menambah teman. Setelah lelah berkeliling dilanjutkan dengan beristirahat di POP Hotel Pasar Baru.

#Lingtrip Keliling Singapura dengan Transportasi Publik


Beberapa kali saya ke Singapura, dan terus-menerus kagum sama negara mungil ini. Singapura merupakan salah satu negara yang transportasi publiknya berfungsi secara maksimal, tidak hanya itu manusianya juga tertib. Transportasi utama di Singapura adalah kereta, ada MRT ( Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit). Transportasi lain yang bisa digunakan ketika berada di Singapura adalah taksi dan bis

Kereta MRT/ LRT
Peta MRT/LRT Singapura
Peta MRT/LRT Singapura
Cara paling mudah untuk berkeliling Singapura yaitu dengan menggunakan kereta. Perjalanan naik turun eskalator atau tangga menuju stasiun MRT dan LRT mungkin akan melelahkan bagi sebagian orang. Namun kapan lagi bisa merasakan transportasi massal yang jadwalnya selalu tepat waktu serta manusianya tertib seperti disini?

Mesin tiket MRT Singapura

Untuk naik kereta cukup menggunakan tiket sekali jalan yang bisa dibeli di General Ticketing Machine (GTM). Cara membeli tiketnya cukup mudah tinggal pilih stasiun yang dituju serta jumlah tiket yang ingin dibeli, selanjutnya muncul harga yang harus dibayar, dan tiketpun keluar dari mesin. Kalau nominal uangmu terlalu besar, bisa ditukar menjadi nominal kecil di loket Passenger Service yang biasanya ada di sebelah pintu masuk stasiun.

Biasanya kalau seharian akan banyak menggunakan MRT/LRT maupun bis, saya akan memilih membeli STP (Singapore Tourist Pass). Kartu ini keluaran EZ-Link yang memang dikhususkan untuk turis, bisa dibeli di Transit Link Office yang ada tersebar di beberapa Stasiun MRT seperti Changi Airport, Orchard, Chinatown, City Hall, Raffles Place, Ang Mo Kio, Harbourfront, Bugis, Lavender dan Bayfront.
Singapore Tourist Pass
Kartu STP Singapura
Singapore Tourist Pass (STP)
STP tipe pertama ini dapat digunakan untuk membayar tiket kereta MRT dan LRT serta bis. Harga STP ini bervariasi mulai dari yang untuk satu sampai dengan tiga hari, ditambah dengan biaya deposist kartu sebesar SGD10. Deposit ini nantinya bisa diambil lagi sewaktu kita mengembalikan kartu STP kok, tapi kalau kartunya mau kamu simpan ya tidak apa-apa.
Singapore Tourist Pass Card

Saya sering menggunakan STP untuk 3 hari, yang harganya SGD30. Itu bisa digunakan selama tiga hari penuh untuk naik segala jurusan MRT, LRT dan bis. Sehari setelahnya sekalian kembali ke Changi Airport biasanya saya mengembalikan kartu tersebut untuk mendapatkan dana deposit SGD10. Pengembalian kartu Singapore Tourist Pass bisa di loket Transit Link Office mana saja yang terdekat, tidak harus di Changi.

Tarif Singapore Tourist Pass (STP) berdasarkan hari yaitu (di luar deposit SGD 10):
- SGD10 untuk 1 hari
- SGD16 untuk 2 hari
- SGD20 untuk 3 hari
Loket tempat membeli Singapore Tourist Pass ada di beberapa stasiun MRT,bisa cek langsung tabel di bawah.

Loket Tiket STP
Klik gambar untuk lebih jelas

Singapore Tourist Pass Plus (STP+)
STP+ tipe kedua ini bisa digunakan untuk membayar tiket kereta (baik MRT maupun LRT), dan free admission ke Alive Museum. Kartu STP+ tidak ada tambahan biaya deposit, dan juga tidak perlu dikembalikan. Untuk jenis kartu ini saya belum pernah mencobanya, mungkin di trip berikutnya ketika ke Singapura akan mencoba kartu STP yang ini.

Tarif Singapore Tourist Pass Plus (STP+):
- SGD28 untuk 1 hari
- SGD34 untuk 2 hari
- SGD38 utnuk 3 hari
Untuk membeli kartu Singapore Tourist Pass Pluss (STP+) lokasinya khusus yaitu di Passenger Service Counters beberapa stasiun MRT di bawah:
Loket tiket STP plus
klik gambar untuk lebih jelas
Kenapa harus pakai STP?
Ga harus kok, ini hanya untuk yang seharian bakal keliling naik turun MRT atau bis. Tapi kalau kamu jarang berpindah tempat dengan kereta atau bis, tidak perlu membeli kartu STP ini.

Keuntungan menggunakan kartu Singapore Tourist Pass adalah:
- Hemat waktu, karena kamu ga perlu bolak-balik antri mesin tiket setiap kali akan masuk stasiun, belum lagi harus menghitung koin-koin SGD sesuai tarif tiket yang harus dibayar. Meski sebenarnya kalau adanya uang kertas ya tetap bisa membeli tiket, tapi kembalian uang koin kan lama-lama bikin berat kantong.

- Lebih irit, ini pengalaman saya ketika harus pindah dari MRT ke bis kota. Jarang banget sopir bisnya mau memberikan kembalian atas uang tiket bis yang kita bayar. Dan kalau kita niat bayar pakai recehan SGD bisa menghambat laju orang  yang akan masuk ke bis. Kalau nominal SGD terkecil kita SGD5 dan tarif tiket bis hanya SGD3,5 ya harus ikhlaskan sisanya. Kan pak sopir juga repot sebenarnya kalau harus cari kembalian buat kita.

Taxi
Taksi termasuk angkutan umum yang nyaman, tapi memang lebih mahal. Biasanya saya menggunakan taksi hanya ketika jam beroperasi bis/ kereta sudah berakhir. Tapi taksi juga bisa digunakan ketika daerah yang dituju agak jauh dari jangkauan kereta atau bis. Terus terang saya belum pernah bermasalah dengan taksi di negara ini. Sopir yang tidak tau jalan? Oh tenang, mereka selalu terhubung online dengan pusat untuk berkomunikasi tentang lokasi yang penumpang tuju.

Bis
Sistem angkutan umum tipe bis di Singapore ini rapi banget. Sopir bis selalu berhenti di tiap halte sesuai jalur rute mereka, dan didalamnya pun nyaman. Angkutan bis di Singapore hampir meng-cover seluruh wilayah di sana, termasuk angkutan yang lebih mudah dijangkau buat yang malas naik turun eskalator stasiun MRT.
Ada tiga provider utama bis di Singapore, yaitu SBS Transit Ltd, SMRT Buses Ltd, dan Tower Transit Ltd.
Bis di Singapura


Yak sekian tulisan saya mengenai pengalaman berkeliling Singapura dengan transportasi publiknya. Semoga ya Indonesia bisa punya transportasi publik kayak negara sebelah, orang-orangnya juga mau tertib antri, dan membiarkan penumpang keluar dari kereta terlebih dahulu baru masuk.

[UPDATE]
Untuk kamu pengguna Jenius akan lebih diuntungkan sih karena dengan tekhnologi paywave nya jadi tinggal tap kartu jenius dan langsung auto charge ke rekening kita.

Nongkrong Asik di Melly's Garden


Melly's Garden adalah salah satu tempat nongkrong asik di Jakarta Pusat yang selalu ramai dikunjungi setiap malam. Saya sebenarnya copas kalimat pertama tadi dari Aryan sih. πŸ‘€Pertama kali saya ke Mellys Garden Cafe adalah ketika diajak untuk mencoba menu makan siangnya. Nah di sana saya baru tau kalau ternyata Melly's Garden ini cukup dikenal dikalangan orang yang suka nongkrong malam.


Lokasinya ada di Jl. Kebon Sirih, bersebelahan dengan Jl. Jaksa. Biasanya Melly's Garden lebih dikenal sebagai pub dan tempat makan yang ramai menjelang malam hingga dini hari. Sejak tahun 2009 Melly's Garden banyak menyajikan minuman beralkohol, makanya pengunjung yang diperbolehkan masuk juga hanya yang sudah berusia 21 tahun ke atas.
Nah sekarang ternyata cafe ini juga bisa dinikmati siang hari. #WarungkopiMellys namanya, menyajikan menu bagi para penikmat kafein. Menu makanannya cukup beragam dan ada dua area yang ditawarkan buat kamu menikmati siangmu. Area outdoor dan indoor bisa kamu pilih ketika berada di #WarungKopiMellys , piknik lucu di tengah kota Jakarta bisa sesimple itu didapatkan. πŸ˜‚


Ruangan outdoornya ga terlalu besar, tapi cukup lah buat 20 orang piknik bersama. Gelar kain alas dan duduk-duduk kayak kami ini. Untuk bagian indoor, ruangannya berbentuk memanjang dengan deretan meja kayu dan bangku-bangku besi serta cahaya lampu pijar dan jendela yang berjajar.

Menu andalannya Warung Kopi Melly's Garden adalah Sop Buntut yang rasanya gurih banget, dagingnya juga lembut gampang lepas dari tulangnya.  Ini sop buntut pesanannya Aryan sih, jadi nyesel ga pesan menu yang sama. πŸ˜•
Sop Buntut endeus pesenan Aryan

Fish and Chips, Ketan Durian, Avocado blend
Cordon Bleu & Platter

Waflle ice cream
Kami lebih banyak pesan menu yang berbeda karena ingin saling mencicip. Menu yang saya pilih lebih ke menu dessert dan ice blended karena siang itu matahari sedang terlalu terik. Dehidrasi banget pingin minum yang serba es rasanya. Oh iya dibagian coffee bar ada stoples kecil yang berisikan biji kopi. Dari mulai Java Preanger Gunung Tilu, Bali Kintamani, Flores Bajawa, Toraja Kalosi, Sumatera Arabica Gayo, Aceh Gayo, Brastagi Karo, Tanah Karo Marinate, Arabica Sumatera, Sumatera Pea Berry, Arabica Sumatera Blue Batak dan Arabica Sumatera Honey. 


Cocktail Jello Vanilla
Menu dessert yang saya pesan kebetulan Waffle Ice Cream, wafflenya lembut banget dan dipadukan dengan ice cream jadi lembut manis di lidah. Aryan juga memesan Cocktail Jello yang berupa Jelly dengan kuah fla yang mengandung rum. Ada dua pilihan saus fla, vanila dan cokelat. Kami sih pesan keduanya karena penasaran sama rasanya. Saat ditelan rasa manis danhangat rum langsung terasa ditenggorokan, dipadukan dengan minuman susu cokelat bikin perut kekenyangan senang.



Buat yang masih penasaran dengan Warung Kopi Melly's Garden, bisa cek tulisan Aryan dan Mbak Terry. Oh iya mereka ada promo nasi rames juga, tapi karena kami sudah kekenyangan jadinya ga pesan deh.

-----
WARUNG KOPI MELLY'S GARDEN
Jl. Kebon Sirih Timur Dalam no.37-39
Menteng, Jakarta Pusat
Jam buka: 06.00 - 03.000
InstagramTwitter