Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru

 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat



Pasar Baru Jakarta dibangun pada tahun 1820, tempat itu memiliki banyak kisah bersejarah dan dapat ditemui melalui peninggalan beberapa arsitektur bangunan tua di sekitarnya. Di sekitar pasar beridiri rumah-rumah khas masyarakat pecinan dan sejumlah bangunan dari bambu. Belum termasuk warung dan meja-meja yang ikut menyesaki area Pasar Baru. Kanal di sekitar daerah pasar adalah tempat bermain air bagi anak-anak, mereka sering melompat dari jembatan Pasar Baru atau dari tiang lentera ke pintu air. Dahulu juga banyak orang yang mandi dan berendam dalam air, hingga mencuci baju di pinggir-pinggir kanal tersebut.


Namun seiring dengan berkembangnya daerah dan terbentuknya pemukiman elit baru di Rijswijk (Jalan Veteran) pasca pemindahan pusat kota dan perluasan kota Old Batavia ke Weltevreden pada 1808, pasar sederhana ini ikut berkembang. Sejak 1850, dari awalnya hanya sebuah pasar sederhana yang menjual hasil pertanian, kemudian berkembang dengan munculnya toko-toko kelontong milik para pedangan Tionghoa. Puncaknya pada tahun 1930-an, Pasar Baru menjadi salah satu kawasan pusat aktivitas ekonomi di Batavia, dengan deretan toko kelas dunia di dalamnya. Sebagai bagian dari kawasan strategis di Batavia, kemudian muncullah sejumlah bangunan bersejarah lain di sekitar daerah Pasar Baru yang akan saya rangkum dalam "Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru".
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat


Gereja Pniel/Ayam
Gereja Pniel/Ayam awalnya hanya berbentuk kapel dan dibangun pada tahun 1856. Tujuan pendiriannya saat itu adalah untuk memenuhi kebutuhan beribadah penghuni panti jompo di lingkungan sekitar gereja. Gereja ini dikenal dengan nama Gereja Ayam karena adanya penunjuk arah mata angin yang berbentuk ayam di puncak gereja. Mengingat usia bangunan yang cukup berumur dan dianggap tidak aman lagi untuk digunakan sebagai tempat ibadah, akhirnya pada tahun 1913 gereja ini dipugar sehingga bentuknya menjadi seperti yang bisa dilihat sekarang. Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda yang bernama NA. Hulswit. Gereja yang digunakan secara resmi pada tahun 1915 ini terletak pas berseberangan dengan POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat


Gereja Pniel
Jl. K.H Samanhudi no.12
Pasar Baru, Sawah Besar Jakarta
T: 021-380.7621

Vihara SIN TEK BIO
Vihara ini terletak di gang-gang sempit di sekitar Pasar Baru, namun ternyata tetap tidak mengurangi nilai-nilai sejarah dari tempat itu sendiri. Dibangun pertama kali pada abad 17 atau sekitar tahun 1698, vihara ini dahulu termasuk daerah pedalaman berjarak sekitar 5 km dari dalam tembok kota Batavia. Dahulu kala Vihara ini dibangun oleh para petani Tionghoa yang tinggal di tepi sungai Ciliwung. Terdapat 28 altar di lantai atasnya yang juga dikelilingi oleh ratusan patung yang sebagian besar berasal dari abad ke-17. Akhirnya pada tahun 1982 Sin Tek Bio berubah menjadi Vihara Dharma Jaya, lokasinya kini cukup strategis cukup berjalan 10 menit dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat

SIN TEK BIO/ Wihara Dharma Jaya
Jl. Pasar Baru Dalam Pasar no 146 Jakarta
T: 021 375.807

Gang Kelinci
Jalanan kecil di area kompleks Pasar Baru ini menyimpan beberapa tempat kuliner bersejarah. Salah satunya adalah Bakmi Gang Kelinci, yang sudah berdiri sejak tahun 1957. Pendirinya bernama Hadi Sukiman mulanya menjual Bakmi dengan menggunakan gerobak sederhana di Jl Pintu Besi Pasar Baru, tepat di depan Globe Theater (Moyen). Di tahun 1962, gerobak tersebut dipindahkan ke Jl. Belakang Kongsi no. 16 Pasar Baru. Nah sejak saat itu istilah Gang Kelinci mulai familiar digunakan sebagai nama Bakmi milik Pak Hadi tersebut.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat
Bakmi Gang Kelinci Pasar Baru Jakarta

 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat
Bakmi Aboen Pasar Baru Jakarta

Sebenarnya tidak hanya Bakmi Gang Kelinci, ada beberapa restoran bakmi yang melegenda salah satunya yaitu Bakmi Aboen. Mirip dengan cerita Bakmi Gang Kelinci, rumah makan ini sudah ada sejak tahun 1962. Perbedaan dari dua restoran ini adalah Bakmi Aboen menjual makanan yang non halal, sedangkan kalau ingin makan yang halal bisa ke Bakmi Gang Kelinci. Letak kedua rumah makan ini cukup berdekatan, dan dapat ditempuh sekitar 8 menit berjalan kaki dari POP Hotel Pasar Baru.

Rumah Mayor Tio Tek Ho
Rumah Mayor Tio Tek Ho berlokasi di komplek Pasar Baru dan sekarang dikenal dengan sebutan "Toko Kompak". Bangunan dengan arsitek pencampuran Eropa dan Tionghoa ini ternyata menyimpan sejarah panjangnya sejak 300 tahun silam. Meski dibangun pada abad 19, namun saat ini bangunan tersebut masih terlihat cukup kuat dan kokoh dari luar. Dahulu kala bangunan ini ditinggali oleh keluarga Mayor Tio Tek Ho. Catatan Mona Lohanda dalam buku "The Kapitan Cina of Batavia 1837-1842" sendiri menyebutkan bahwa Mayor Tio Tek Ho menjabat sebagai Mayor di Batavia (Jakarta) pada 1896-1908.  Pasca meninggalnya sang Mayor, bangunan ini terus berpindah kepemilikannya hinggal yang terakhir saat ini pemiliknya memiliki keturunan bermarga Tan. Toko Kompak dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat


Toko Kompak
Jl. Pasar Baru Sawah Besar, Jakarta
Jam buka setiap hari: 10.00- 20.00

Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA)
Kantor Berita Antara awalnya termasuk sebagai bagian dari ANETA (Algemeen Niews en Telegraaf Agentschaap), yang kemudian berubah nama menjadi Algemeen Niews en Telegraaf Aneta bergerak di bidang pemberitaan, periklanan dan penerbitan majalah Hindia Belanda. Pada masa pendudukan Jepang, kantor berita ini berganti nama menjadi Yashima dan yang terakhir sebagai Kantor Berita Domei. Saat ini bangunan tersebut dipergunakan sebagai tempat Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara. Di dalamnya terdapar sejumlah peninggalan alat-alat jurnalistik beserta dengan sejumlah foto-foto bersejarah. Salah satu destinasi yang menarik apalagi lokasinya cukup dekat dengan Rumah Mayor Tio Tek Ho dan dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 20 menit dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat


Museum dan Galeri Foto Jurnalistik/
Gedung Antara
Jl. Antara no 59 Pasar Baru, Jakarta Pusat
T: 021 345 8771
Tutup Senin
Buka: Selasa - Minggu (10.00-20.00)

Masjid Istiqlal
Masjid yang diyakini sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara ini dibangun pada tanggal 24 Agustus 1961, oleh seorang insinyur Kristen bernama Frederich Silaban. Pembangunannya yang berdampingan dengan Gereja Katedral merupakan ide Presiden Sukarno dengan maksud untuk melambangkan semangat nilai-nilai persaudaraan dan toleransi beragama sesuai dengan ajaran Pancasila. Letaknya cukup strategis dapat dicapai dengan 15 menit berkendaraan dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat

Masjid Istiqlal
Jl. Taman Wijaya Kusuma
Jakarta Pusat


Pantjoran Tea House
Salah satu bangunan yang menjadi landmark di kawasan Glodok/Pecinan dan sudah berdiri sejak 380 tahun silam (1635), adalah sebuah toko obat tertua kedua di Jakarta. Bangunan ini dikenal sebagai Apotheek Chung Hwa. Bangunan ini akhirnya direvitalisasi pada tahun 2015 oleh arsitek Ahmad Djuhara, dan beralih fungsi menjadi kedai teh dengan nama Pantjoran Tea House. Budaya minum teh di kawasan Pecinan sangat kuat pada saat itu. Bibit teh pertama dibawa dari Jepang oleh seorang botanis bernama Andreas Cleyer dengan kapal VOC yang biasanya berlabuh di sekitar Kota Tua Jakarta. Khusus Pantjoran Tea House lokasinya lumayan jauh dari POP Hotel Pasar Baru namun bisa dicapai sekitar 30 menit dengan berkendaraan dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat
Pantjoran Tea House

Pantjoran Tea House
Jl. Pancoran Raya no. 4-6
Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.
T:021 690 5904
Buka setiap hari 09.00-21.00

Perjalanan menjelajah kawasan heritage Pasar Baru di atas di organized oleh deSADE Tour Travel. Acaranya seru, menambah wawasan sekalian menambah teman. Setelah lelah berkeliling dilanjutkan dengan beristirahat di POP Hotel Pasar Baru.

#Lingtrip Keliling Singapura dengan Transportasi Publik


Beberapa kali saya ke Singapura, dan terus-menerus kagum sama negara mungil ini. Singapura merupakan salah satu negara yang transportasi publiknya berfungsi secara maksimal, tidak hanya itu manusianya juga tertib. Transportasi utama di Singapura adalah kereta, ada MRT ( Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit). Transportasi lain yang bisa digunakan ketika berada di Singapura adalah taksi dan bis

Kereta MRT/ LRT
Peta MRT/LRT Singapura
Peta MRT/LRT Singapura
Cara paling mudah untuk berkeliling Singapura yaitu dengan menggunakan kereta. Perjalanan naik turun eskalator atau tangga menuju stasiun MRT dan LRT mungkin akan melelahkan bagi sebagian orang. Namun kapan lagi bisa merasakan transportasi massal yang jadwalnya selalu tepat waktu serta manusianya tertib seperti disini?

Mesin tiket MRT Singapura

Untuk naik kereta cukup menggunakan tiket sekali jalan yang bisa dibeli di General Ticketing Machine (GTM). Cara membeli tiketnya cukup mudah tinggal pilih stasiun yang dituju serta jumlah tiket yang ingin dibeli, selanjutnya muncul harga yang harus dibayar, dan tiketpun keluar dari mesin. Kalau nominal uangmu terlalu besar, bisa ditukar menjadi nominal kecil di loket Passenger Service yang biasanya ada di sebelah pintu masuk stasiun.

Biasanya kalau seharian akan banyak menggunakan MRT/LRT maupun bis, saya akan memilih membeli STP (Singapore Tourist Pass). Kartu ini keluaran EZ-Link yang memang dikhususkan untuk turis, bisa dibeli di Transit Link Office yang ada tersebar di beberapa Stasiun MRT seperti Changi Airport, Orchard, Chinatown, City Hall, Raffles Place, Ang Mo Kio, Harbourfront, Bugis, Lavender dan Bayfront.
Singapore Tourist Pass
Kartu STP Singapura
Singapore Tourist Pass (STP)
STP tipe pertama ini dapat digunakan untuk membayar tiket kereta MRT dan LRT serta bis. Harga STP ini bervariasi mulai dari yang untuk satu sampai dengan tiga hari, ditambah dengan biaya deposist kartu sebesar SGD10. Deposit ini nantinya bisa diambil lagi sewaktu kita mengembalikan kartu STP kok, tapi kalau kartunya mau kamu simpan ya tidak apa-apa.
Singapore Tourist Pass Card

Saya sering menggunakan STP untuk 3 hari, yang harganya SGD30. Itu bisa digunakan selama tiga hari penuh untuk naik segala jurusan MRT, LRT dan bis. Sehari setelahnya sekalian kembali ke Changi Airport biasanya saya mengembalikan kartu tersebut untuk mendapatkan dana deposit SGD10. Pengembalian kartu Singapore Tourist Pass bisa di loket Transit Link Office mana saja yang terdekat, tidak harus di Changi.

Tarif Singapore Tourist Pass (STP) berdasarkan hari yaitu (di luar deposit SGD 10):
- SGD10 untuk 1 hari
- SGD16 untuk 2 hari
- SGD20 untuk 3 hari
Loket tempat membeli Singapore Tourist Pass ada di beberapa stasiun MRT,bisa cek langsung tabel di bawah.

Loket Tiket STP
Klik gambar untuk lebih jelas

Singapore Tourist Pass Plus (STP+)
STP+ tipe kedua ini bisa digunakan untuk membayar tiket kereta (baik MRT maupun LRT), dan free admission ke Alive Museum. Kartu STP+ tidak ada tambahan biaya deposit, dan juga tidak perlu dikembalikan. Untuk jenis kartu ini saya belum pernah mencobanya, mungkin di trip berikutnya ketika ke Singapura akan mencoba kartu STP yang ini.

Tarif Singapore Tourist Pass Plus (STP+):
- SGD28 untuk 1 hari
- SGD34 untuk 2 hari
- SGD38 utnuk 3 hari
Untuk membeli kartu Singapore Tourist Pass Pluss (STP+) lokasinya khusus yaitu di Passenger Service Counters beberapa stasiun MRT di bawah:
Loket tiket STP plus
klik gambar untuk lebih jelas
Kenapa harus pakai STP?
Ga harus kok, ini hanya untuk yang seharian bakal keliling naik turun MRT atau bis. Tapi kalau kamu jarang berpindah tempat dengan kereta atau bis, tidak perlu membeli kartu STP ini.

Keuntungan menggunakan kartu Singapore Tourist Pass adalah:
- Hemat waktu, karena kamu ga perlu bolak-balik antri mesin tiket setiap kali akan masuk stasiun, belum lagi harus menghitung koin-koin SGD sesuai tarif tiket yang harus dibayar. Meski sebenarnya kalau adanya uang kertas ya tetap bisa membeli tiket, tapi kembalian uang koin kan lama-lama bikin berat kantong.

- Lebih irit, ini pengalaman saya ketika harus pindah dari MRT ke bis kota. Jarang banget sopir bisnya mau memberikan kembalian atas uang tiket bis yang kita bayar. Dan kalau kita niat bayar pakai recehan SGD bisa menghambat laju orang  yang akan masuk ke bis. Kalau nominal SGD terkecil kita SGD5 dan tarif tiket bis hanya SGD3,5 ya harus ikhlaskan sisanya. Kan pak sopir juga repot sebenarnya kalau harus cari kembalian buat kita.

Taxi
Taksi termasuk angkutan umum yang nyaman, tapi memang lebih mahal. Biasanya saya menggunakan taksi hanya ketika jam beroperasi bis/ kereta sudah berakhir. Tapi taksi juga bisa digunakan ketika daerah yang dituju agak jauh dari jangkauan kereta atau bis. Terus terang saya belum pernah bermasalah dengan taksi di negara ini. Sopir yang tidak tau jalan? Oh tenang, mereka selalu terhubung online dengan pusat untuk berkomunikasi tentang lokasi yang penumpang tuju.

Bis
Sistem angkutan umum tipe bis di Singapore ini rapi banget. Sopir bis selalu berhenti di tiap halte sesuai jalur rute mereka, dan didalamnya pun nyaman. Angkutan bis di Singapore hampir meng-cover seluruh wilayah di sana, termasuk angkutan yang lebih mudah dijangkau buat yang malas naik turun eskalator stasiun MRT.
Ada tiga provider utama bis di Singapore, yaitu SBS Transit Ltd, SMRT Buses Ltd, dan Tower Transit Ltd.
Bis di Singapura


Yak sekian tulisan saya mengenai pengalaman berkeliling Singapura dengan transportasi publiknya. Semoga ya Indonesia bisa punya transportasi publik kayak negara sebelah, orang-orangnya juga mau tertib antri, dan membiarkan penumpang keluar dari kereta terlebih dahulu baru masuk.

[UPDATE]
Untuk kamu pengguna Jenius akan lebih diuntungkan sih karena dengan tekhnologi paywave nya jadi tinggal tap kartu jenius dan langsung auto charge ke rekening kita.

Nongkrong Asik di Melly's Garden


Melly's Garden adalah salah satu tempat nongkrong asik di Jakarta Pusat yang selalu ramai dikunjungi setiap malam. Saya sebenarnya copas kalimat pertama tadi dari Aryan sih. πŸ‘€Pertama kali saya ke Mellys Garden Cafe adalah ketika diajak untuk mencoba menu makan siangnya. Nah di sana saya baru tau kalau ternyata Melly's Garden ini cukup dikenal dikalangan orang yang suka nongkrong malam.


Lokasinya ada di Jl. Kebon Sirih, bersebelahan dengan Jl. Jaksa. Biasanya Melly's Garden lebih dikenal sebagai pub dan tempat makan yang ramai menjelang malam hingga dini hari. Sejak tahun 2009 Melly's Garden banyak menyajikan minuman beralkohol, makanya pengunjung yang diperbolehkan masuk juga hanya yang sudah berusia 21 tahun ke atas.
Nah sekarang ternyata cafe ini juga bisa dinikmati siang hari. #WarungkopiMellys namanya, menyajikan menu bagi para penikmat kafein. Menu makanannya cukup beragam dan ada dua area yang ditawarkan buat kamu menikmati siangmu. Area outdoor dan indoor bisa kamu pilih ketika berada di #WarungKopiMellys , piknik lucu di tengah kota Jakarta bisa sesimple itu didapatkan. πŸ˜‚


Ruangan outdoornya ga terlalu besar, tapi cukup lah buat 20 orang piknik bersama. Gelar kain alas dan duduk-duduk kayak kami ini. Untuk bagian indoor, ruangannya berbentuk memanjang dengan deretan meja kayu dan bangku-bangku besi serta cahaya lampu pijar dan jendela yang berjajar.

Menu andalannya Warung Kopi Melly's Garden adalah Sop Buntut yang rasanya gurih banget, dagingnya juga lembut gampang lepas dari tulangnya.  Ini sop buntut pesanannya Aryan sih, jadi nyesel ga pesan menu yang sama. πŸ˜•
Sop Buntut endeus pesenan Aryan

Fish and Chips, Ketan Durian, Avocado blend
Cordon Bleu & Platter

Waflle ice cream
Kami lebih banyak pesan menu yang berbeda karena ingin saling mencicip. Menu yang saya pilih lebih ke menu dessert dan ice blended karena siang itu matahari sedang terlalu terik. Dehidrasi banget pingin minum yang serba es rasanya. Oh iya dibagian coffee bar ada stoples kecil yang berisikan biji kopi. Dari mulai Java Preanger Gunung Tilu, Bali Kintamani, Flores Bajawa, Toraja Kalosi, Sumatera Arabica Gayo, Aceh Gayo, Brastagi Karo, Tanah Karo Marinate, Arabica Sumatera, Sumatera Pea Berry, Arabica Sumatera Blue Batak dan Arabica Sumatera Honey. 


Cocktail Jello Vanilla
Menu dessert yang saya pesan kebetulan Waffle Ice Cream, wafflenya lembut banget dan dipadukan dengan ice cream jadi lembut manis di lidah. Aryan juga memesan Cocktail Jello yang berupa Jelly dengan kuah fla yang mengandung rum. Ada dua pilihan saus fla, vanila dan cokelat. Kami sih pesan keduanya karena penasaran sama rasanya. Saat ditelan rasa manis danhangat rum langsung terasa ditenggorokan, dipadukan dengan minuman susu cokelat bikin perut kekenyangan senang.



Buat yang masih penasaran dengan Warung Kopi Melly's Garden, bisa cek tulisan Aryan dan Mbak Terry. Oh iya mereka ada promo nasi rames juga, tapi karena kami sudah kekenyangan jadinya ga pesan deh.

-----
WARUNG KOPI MELLY'S GARDEN
Jl. Kebon Sirih Timur Dalam no.37-39
Menteng, Jakarta Pusat
Jam buka: 06.00 - 03.000
InstagramTwitter




Me Time bersama Eternaleaf


Beberapa hari ini mood saya sedang ga bagus, makanya blog inipun cukup terlantar. Ada beberapa postingan yang terpaksa masih diam di draft karena saya benar-benar ga ada mood untuk menyelesaikannya. 

Mood yang ga bagus ini berubah menjadi rileks begitu saya mencoba produk personal care yang baru saja diterima. Memang salah satu cara saya untuk memperbaiki mood adalah dengan meluangkan satu hari untuk "me time" supaya setelahnya bisa fresh dan bisa segera menyelesaikan hal-hal yang tertunda.
Minggu lalu saya mendapatkan kiriman satu box produk personal care berisikan dua bath shower, moisturizing shampoo dan body lotion. Namanya "Eternaleaf", sebuah produk perawatan tubuh yang terbuat dari essence buah merah Papua. Buah merah Papua ini hanya bisa tumbuh di Papua dan memiliki kandungan anti oksidan tertinggi. Buah tersebut juga mengandung Beta Carotene, Alpha Tocopherol, Selenium, dan Omega 3, 6 dan 9 yang dapat memberikan manfaat yang baik bagi kulit tubuh dan rambut.
Kandungan dalam tiap botol Eternaleaf

Produk yang pertama saya coba adalah Eternaleaf Body Bath, kemasannya berbentuk tabung plastik transparan. Isinya 250 ml, untuk ingredients dan keterangan lainnya ada di foto detail di bawah ini ya. Sebelum dipakai jangan lupa buka dulu seal di balik tutupnya.
Ingredients Eternaleaf Body bath
sealed :)
Kemarin saya sempat kesulitan mengeluarkan isi sabun ternyata gara-gara seal bagian dalam belum dibuka. πŸ˜…

Teksture si sabun sebenarnya dari luar kemasan sudah bisa dilihat, kental dan berwarna orange. Cukup tuangkan sedikit ke tangan/ shower puff, lalu oleskan keseluruh tubuh yang telah dibasahi. Wanginya khas dan langsung bikin mood jadi bagus. Dan karena dia paraben free, alcohol free serta silicon free, setelah dibilas tidak membuat kulit badan jadi kering.

Setelah badan fresh, sekarang saatnya membuat bagian kepala juga fresh. Produk kedua yang saya coba adalah Eternaleaf Moisturizing Shampoo. Sebenarnya saat ini saya agak selektif dengan shampoo, menghindari yang memiliki kandungan dimethiconol karena sedang memperbaiki tekstur rambut yang rusak akibat bleaching. Nah waktu cek ingredients dari Eternaleaf Moisturizing Shampoo ini saya bahagia sekali, karena dia silicon free yang artinya aman untuk dipakai. Yay!πŸ˜†

Kemasan Eternaleaf Moisturizing Shampoo sama seperti sabun mandinya, detail ingredientsnya juga bisa kamu cek di foto di bawah. Untuk si shampoo warnanya lebih ke arah merah jingga, dan menurut tulisan di kemasannya bisa menjadikan rambut lebih halus alami. Menarik banget untuk dicoba di rambut saya yang cukup kering ini.
Ingredients Eternaleaf Moisturizing Shampoo

Tekstur Eternaleaf Moisturizing Shampoo
Setelah dicoba teksturnya tidak terlalu kental, mirip seperti shampoo pada umumnya. Begitu diusapkan ke rambut, tidak terlalu banyak busa yang dihasilkan namun wanginya menyenangkan. Selesai dibilas dan dikeringkan, rambut rasanya jadi lebih halus. Begitu setelah seharian diruangan ber-AC pun rambut masih terasa halus dan ringan, meski halusnya belum seperti yang diinginkan. Tekstur rambut saya memang terlalu kering, masih tetap butuh dipasangkan dengan conditioner yang pas untuk dapat "moist" yang dimau.
Kondisi rambut setelah pakai Eternaleaf Moisturizing Shampoo
Produk terakhir yang saya coba adalah Eternaleaf Body Lotion, dari sisi kemasan agak berbeda dengan dua produk sebelumnya. Botolnya berwarna putih, tadinya saya sempat mengira isinya juga putih. Namun setelah saya coba ternyata untuk lotion botol yang digunakan tidak transparan.
Ingredients Eternaleaf Body Lotion
Tekstur lotionnya
Isinya masih tetap sama 250ml, dan bentuk kemasan sama hanya warna yang berbeda. Tekstur lotionnya lebih cenderung padat, butuh sedikit effort untuk mengeluarkan isinya.
Warna produknya orange dan begitu diaplikasikan ke kulit tidak butuh waktu lama untuk meresap juga tidak lengket.
Ketika diaplikasikan ke kulit
Secara keseluruhan yang paling saya suka dari produk Eternaleaf ini adalah karena dia paraben free serta silicon free, pas sekali dengan kebutuhan saat ini. Dari sisi produk, ketiganya memiliki wangi yang khas, sepertinya memang dari aroma buah merah Papua. Saya sendiri akan repurchase si shampoo, soalnya sampai saat ini belum ada produk lain dengan harga lebih terjangkau yang cocok dengan rambut kering ini. Saya juga menunggu mereka mengeluarkan varian "travel size" supaya mudah ketika dibawa traveling.

Oh iya produk yang saya dapatkan merupakan special package, dimana satu box nya berisikan empat macam item. Kalau kamu tertarik untuk mencoba salah satunya, ada juga yang dijual terpisah kok. Untuk cek harga bisa langsung check di web ini ya.

Tertarik untuk mencoba rangkain produk Eternaleaf ini?

-----
Eternaleaf
Awaken Your Best Beauty
Instagram | Website

Rekomendasi Sabun Mandi Super Wangi


Ketika membeli sabun mandi, apa sih yang jadi prioritas kamu dalam memilihnya? Dari beragam pilihan body wash yang beredar di pasaran kadang membuat kita sebagai konsumen bingung sendiri memilih produk yang terbaik dan paling cocok untuk kita. Tubuh yang wangi adalah salah satu cara untuk meningkatkan percaya diri. Makanya kadang aku suka menggunakan parfum, meski sebenarnya akan lebih maksimal apabila ritual membuat badan menjadi wangi ini dimulai dari ketika kita mandi. 

Aku suka banget mengoleksi sabun badan. Buat aku mandi jadi ritual yang menyenangkan karena bisa memilih hari ini ingin wangi yang seperti apa. Tapi tentu saja, selain wangi aku juga suka sabun mandi yang tidak membuat kulit menjadi kering. Jadi bukan sembarang sabun mandi yang akan aku pakai.

Nah kebetulan aku dikenalkan dengan Vitalis Perfumed Body Wash yang memiliki tiga varian wangi yang berbeda dengan extra benefit yang juga berbeda pada tiap variannya. (psst pakai ini berasa jadi kayak mandi parfum loh)


Sabun mandi super wangi favoritku yang pertama adalah Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash yang varian White Glow. Selain wanginya yang manis segar, ada manfaat skin brightening untuk membuat kulit menjadi lebih cerah, halus dan lembut. Perpaduan manis dari Cherry dan Raspberry, disusul dengan wangi Marsmallow dan Gardenia yang lembut dan elegan. Kebayang kan wanginya akan seperti apa?

Selanjutnya ada varian Fresh Dazzle yang memberikan efek skin refreshing. Ketika dipakai kulit memang terasa jadi lebih segar, mungkin karena tipe wanginya yang manis dan feminin. Dengan ekstrak Yuzu Orange dan anti oksidant dari Green Tea yang menjaga kulit menjadi lebih bersih, wangi, segar dan terawat.

Varian ketiga ada si ungu yang dinamai dengan Soft Beauty, jagoan ketigaku. Efek yang ditawarkan dari Vitalis varian Soft Beauty ini adalah skin nourishing. Wanginya lebih segar dan clean, tapi entah somehow aku agak kurang suka dengan wanginya. Lebih cocok dengan dua varian yang sebelumnya. Oh iya Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty, diperkaya dengan ekstrak Avocado dan Vitamin E, jadi dapat membantu menjaga kulit tetap terasa kenyal halus dan lembut.

Setelah mencoba ketiganya, Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow jadi yang paling favorit. Wanginya yang segar dan tidak terlalu manis benar-benar bisa bikin mood jadi lebih baik. Ga hanya untuk membersihkan tubuh dari berbagai debu dan kotoran, sabun mandi yang wanginya cukup menempel di badan ini sudah jadi andalan buat mood lift up aku. Ketika dipakai juga busanya banyak, trus setelah dibilas ga bikin kulit jadi kering. Makanya aku cocok banget!

Nah buat kamu yang sedang mencari sabun mandi dengan wangi yang cukup tahan lama, kamu bisa mencoba salah satu varian dari Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini.

Trus ketiga produk ini bisa dibeli di mana?
Ketiganya sudah dijual bebas di supermarket terdekat, jangan lupa untuk mencoba ya!
-->