Biasanya momen lebaran semua moda transportasi akan penuh, entah darat, udara dan laut.
Sama seperti tahun sebelumnya, saya sudah merencanakan mudik tahun ini jauh-jauh hari. Membayangkan makanan apa yang nanti akan tersaji di rumah dan kehangatannya.
Namun sepertinya untuk tahun ini, rencana mudik harus ditunda. Ego harus dikalahkan dengan rasa cinta ke keluarga di desa. Himbauan pemerintah yang berulang kali dikabarkan untuk tidak mudik membuat saya makin tersadar, bukan tidak mungkin saya menjadi carrier kan?
Saat ini hampir semua orang, bisa masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Mereka adalah orang-orang yang tidak bergejala ke arah COVID 19 (demam, batuk, radang tenggorokan dan sesak nafas), yang tidak menutup kemungkinan pernah bersinggungan dengan kasus positif COVID 19.
Sampai saat ini, saya alhamdulillah masih merasa sehat. Tapi ga kebayang kalau ternyata saya benar carrier, dan tidak sengaja bersinggungan dengan yang imunnya sedang tidak baik. Menjaga kesehatan menjadi faktor penting untuk bisa survive dari wabah COVID 19.
Perjalanan mudik pasti akan bertemu orang lain, bersinggungan dengan fasilitas umum yang mungkin saja terkontaminasi. Imun turun dan lainnya, sampai kampung pun masih harus mengisolasi diri. Inginnya melepaskan rindu, tapi takutnya malah menularkan penyakit ke mereka yang sudah lebih tua dan imunnya lemah. Apalagi momen perayaan Idul Fitri adalah momen dimana hampir semua fasilitas umum dan rumah-rumah dipadati orang.
Yuk, untuk tahun ini saja kita #TidakMudik dan #TidakPiknik agar penyebaran virus COVID 19 tidak semakin luas. Bagaimanapun lebaran bisa tetap bermakna meskipun kita tidak mudik. Masih bisa video call dan lainnya dengan keluarga di rumah. Yang penting semua sehat. *peluk virtual semuanya



































